Selasa, 19 Agustus 2014

Bersama Waktu


Waktu mengantarkan titik didih pada temperatur tertentu, juga mendinginkan untuk jangka waktu tertentu.

Tragedi tidak selalu karena parang bertemu pedang, atau tinju bertemu tendangan.

Jika kata-kata adalah pembunuh sebelum senjata, maka langkah diplomasi ibarat obat yang selalu datang terlambat.

Waktu bisa menjadi momen atas tragedi, juga menjadi jeda yang penuh kekuatan, kadang daya penyembuh, kadang peluruh.

Tindakan menahan diri untuk marah terhadap seseorang yang sedang marah, kadang jauh lebih berarti dibanding kerja-kerja diplomasi.

Kerja sebuah waktu membuat luka tersembuhkan, amarah mereda, kekecewaan terobati, dan rasa kehilangan akan tergantikan.

Biarkan waktu bicara, biarkan kesesakan bertemu jeda. Karena jarak adalah keajaiban, hingga sebuah tragedi berubah menjadi komedi.


20 Agustus 2014

Tidak ada komentar: